
Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau rob di sejumlah kawasan pesisir utara Jakarta. Peringatan tersebut berlaku mulai 24 Juni hingga 3 Juli 2026.
BPBD menjelaskan bahwa potensi rob muncul berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan purnama diperkirakan dapat meningkatkan tinggi muka air laut sehingga memicu genangan di kawasan pesisir.
Warga yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah pantai utara Jakarta diminta untuk lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir pesisir selama periode tersebut.
Adapun puncak pasang air laut diperkirakan berlangsung pada pukul 19.00 hingga 00.00 WIB. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi:
- Kamal Muara
- Kapuk Muara
- Penjaringan
- Pluit
- Ancol
- Kamal
- Marunda
- Cilincing
- Kalibaru
- Muara Angke
- Tanjung Priok
- Kepulauan Seribu
Imbauan bagi Masyarakat
Untuk mengurangi risiko dampak banjir rob, BPBD mengimbau masyarakat agar:
- Selalu memantau perkembangan cuaca dan kondisi pasang air laut.
- Menghindari aktivitas di kawasan pesisir ketika pasang laut sedang tinggi.
- Memastikan saluran drainase di lingkungan sekitar tetap berfungsi dengan baik agar tidak terjadi genangan.
- Mengikuti informasi peringatan dini gelombang pasang melalui kanal resmi BPBD DKI Jakarta.
- Mempelajari panduan kesiapsiagaan menghadapi banjir sebagai langkah mitigasi.
- Melaporkan potensi genangan atau banjir melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI).
- Memantau kondisi banjir secara berkala melalui layanan pemantauan banjir milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
- Segera menghubungi layanan darurat Jakarta Siaga 112 apabila menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan cepat.
Kanal Resmi Informasi Banjir
Masyarakat juga dapat memperoleh informasi maupun menyampaikan laporan melalui sejumlah layanan resmi, antara lain:
- Pantau Banjir Jakarta, untuk mengetahui kondisi banjir dan upaya penanganannya secara terkini.
- Aplikasi JAKI, melalui fitur Laporan Warga untuk melaporkan genangan maupun banjir.
- BMKG dan BPBD DKI Jakarta, yang rutin menyampaikan informasi cuaca, peringatan dini bencana, serta data tinggi muka air melalui kanal resmi mereka.
- Jakarta Siaga 112, sebagai layanan darurat yang dapat dihubungi apabila terjadi kondisi kedaruratan akibat banjir maupun bencana lainnya.
