
Jakarta – Secangkir kopi di pagi hari ternyata bukan sekadar kebiasaan untuk mengawali aktivitas. Sebuah penelitian menemukan adanya kaitan antara waktu konsumsi kopi dan manfaatnya terhadap kesehatan, terutama kesehatan jantung.
Selama ini, perhatian terhadap kopi lebih banyak tertuju pada jumlah kafein yang dikonsumsi. Padahal, waktu minum juga dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Studi tersebut menemukan bahwa orang yang lebih banyak minum kopi pada pagi hari memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan mereka yang mengonsumsinya lebih banyak pada waktu lain.
Dikutip dari KeraNews, berikut sejumlah hal yang perlu diketahui mengenai waktu minum kopi dan kaitannya dengan kesehatan.
1. Kopi Pagi Dikaitkan dengan Kesehatan Jantung
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi pada pagi hari berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah, termasuk kematian akibat penyakit kardiovaskular dan berbagai penyebab lainnya.
Temuan ini menunjukkan bahwa manfaat kopi mungkin tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak kopi yang diminum. Waktu konsumsinya juga tampaknya memiliki peran.
Meski demikian, hasil tersebut merupakan hubungan yang ditemukan dalam penelitian dan belum membuktikan bahwa minum kopi pagi secara langsung menyebabkan risiko kematian menjadi lebih rendah.
2. Kafein dan Adenosin Saling Berkaitan
Salah satu alasan kopi dapat membuat tubuh terasa lebih segar adalah karena kandungan kafeinnya berinteraksi dengan adenosin.
Adenosin merupakan senyawa yang berkaitan dengan munculnya rasa kantuk. Kadarnya cenderung meningkat sepanjang hari dan membantu tubuh mempersiapkan diri untuk beristirahat.
Kafein bekerja dengan menghambat efek adenosin tersebut. Inilah yang membuat seseorang merasa lebih waspada setelah minum kopi.
Ketika dikonsumsi pada pagi hari, efek tersebut dapat membantu meningkatkan kewaspadaan tanpa terlalu mengganggu waktu tidur, terutama jika jaraknya cukup jauh dari waktu tidur.
3. Minum Kopi Terlalu Sore Bisa Berdampak pada Tidur
Berbeda halnya jika kopi dikonsumsi mendekati waktu tidur. Efek stimulan kafein dapat bertahan cukup lama sehingga berpotensi mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.
Kafein dapat menunda munculnya rasa kantuk dengan menghambat kerja adenosin. Akibatnya, seseorang mungkin lebih sulit mengantuk atau mengalami perubahan kualitas tidur.
Padahal, tidur yang cukup merupakan bagian penting dari kesehatan jantung. Gangguan tidur yang berlangsung terus-menerus dapat berkaitan dengan berbagai faktor risiko kardiovaskular.
4. Perhatikan Hubungannya dengan Melatonin
Waktu konsumsi kopi juga dikaitkan dengan produksi melatonin, yaitu hormon yang membantu mengatur siklus tidur dan bangun.
Konsumsi kopi dalam jumlah besar pada sore atau malam hari disebut dapat menurunkan produksi melatonin hingga sekitar 30%. Jika produksi hormon tersebut terganggu, kualitas tidur juga berpotensi ikut terdampak.
Kurang tidur dapat berkaitan dengan peningkatan stres oksidatif dan tekanan darah. Kedua kondisi tersebut merupakan faktor yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan kesehatan jantung.
5. Bukan Berarti Semua Orang Wajib Minum Kopi
Meskipun hasil penelitian terlihat menarik, bukan berarti setiap orang perlu mulai minum kopi demi mendapatkan manfaat kesehatan.
Penelitian tersebut bersifat observasional dan menggunakan data berdasarkan laporan peserta. Artinya, masih ada kemungkinan faktor lain yang turut memengaruhi hasil penelitian.
Misalnya, orang yang terbiasa minum kopi pada pagi hari mungkin juga memiliki kebiasaan hidup lain yang lebih sehat, seperti lebih aktif bergerak atau memiliki pola makan yang lebih baik.
Karena itu, kopi tidak dapat dianggap sebagai pengganti pola hidup sehat. Jika ingin menjaga kesehatan jantung, kebiasaan makan bergizi, aktivitas fisik, tidur cukup, serta mengendalikan faktor risiko lainnya tetap menjadi hal yang lebih penting.
Pada akhirnya, bagi orang yang memang terbiasa minum kopi, mengonsumsinya lebih awal dalam sehari dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan minum kopi menjelang sore atau malam, terutama untuk membantu menjaga kualitas tidur.
