
Jakarta – Menemukan makanan yang sudah melewati tanggal pada kemasan tidak selalu berarti produk tersebut langsung harus masuk tempat sampah. Pada beberapa bahan dengan kadar air rendah atau kandungan garam tinggi, kualitasnya memang dapat bertahan lebih lama dibanding makanan segar.
Meski demikian, konsumen tetap perlu membedakan antara tanggal yang menunjukkan kualitas terbaik dan tanggal yang berkaitan dengan keamanan pangan. Kondisi penyimpanan, kemasan, serta perubahan fisik makanan juga harus diperiksa sebelum dikonsumsi.
Dikutip dari Times of India, berikut beberapa produk yang dikenal memiliki masa simpan panjang:
1. Madu
Madu memiliki karakteristik yang membuatnya tidak mudah rusak. Kandungan airnya sangat rendah dan lingkungan di dalam madu kurang mendukung pertumbuhan banyak mikroorganisme.
Karena itu, madu yang disimpan dalam wadah tertutup dan ditempatkan di kondisi yang sesuai dapat bertahan sangat lama. Madu juga bisa mengalami perubahan tekstur, misalnya mengkristal, tetapi kondisi tersebut tidak selalu berarti madu sudah rusak.
Sebelum digunakan, pastikan wadahnya tetap baik dan madu tidak mengalami perubahan yang mencurigakan.
2. Garam
Garam murni termasuk bahan pangan yang sangat awet karena hampir tidak mengandung air yang dibutuhkan mikroorganisme untuk berkembang.
Tidak mengherankan jika garam sejak dahulu digunakan sebagai bahan pengawet berbagai makanan. Selama tetap kering dan disimpan dalam wadah tertutup, garam dapat memiliki masa simpan yang sangat panjang.
Namun, produk garam yang sudah dicampur bahan tambahan dapat memiliki karakteristik penyimpanan berbeda. Karena itu, informasi pada kemasan tetap perlu diperhatikan.
3. Kopi instan
Kopi instan dibuat melalui proses penghilangan sebagian besar air dari ekstrak kopi. Rendahnya kadar air membuat produk ini relatif stabil dan tidak mudah mengalami kerusakan seperti makanan segar.
Baik melalui metode pengeringan maupun proses pembekuan, kopi instan dapat disimpan dalam waktu cukup lama apabila kemasannya tertutup rapat dan berada di tempat yang kering.
Walaupun demikian, kualitas aroma dan rasa dapat menurun seiring waktu. Kopi yang sudah berubah bau, terkena kelembapan, atau menunjukkan tanda kontaminasi sebaiknya tidak digunakan.
4. Kecap asin
Kandungan garam yang tinggi membuat kecap asin memiliki daya simpan yang panjang. Proses fermentasi juga menjadi salah satu faktor yang membantu mempertahankan karakteristik produk.
Botol yang belum dibuka umumnya dapat bertahan lama jika disimpan sesuai petunjuk. Setelah dibuka, kualitasnya dapat dipengaruhi oleh paparan udara, suhu, dan kondisi penyimpanan.
Perubahan warna atau rasa ringan bisa terjadi seiring waktu, tetapi tanda seperti jamur, bau yang tidak biasa, atau kerusakan kemasan perlu menjadi alasan untuk membuang produk.
Tetap periksa kondisi makanan
Tanggal yang tertera pada kemasan tidak selalu memiliki arti yang sama untuk semua produk. Karena itu, jangan hanya mengandalkan tanggal saat menentukan apakah makanan masih layak dikonsumsi.
Periksa pula kondisi kemasan dan produknya. Wadah yang menggembung, bocor, berkarat parah, atau rusak perlu diwaspadai. Makanan yang menunjukkan pertumbuhan jamur, bau menyengat yang tidak biasa, atau perubahan tekstur mencurigakan juga sebaiknya tidak dimakan.
Pada akhirnya, beberapa makanan memang dapat bertahan lama setelah tanggal kualitas pada kemasan terlewati, tetapi keamanan tetap bergantung pada jenis produk dan cara penyimpanannya.
