
Jakarta – Banyak orang berharap dapat hidup hingga usia lanjut dengan kondisi tubuh yang tetap sehat. Sejumlah penelitian terhadap kelompok centenarian, yakni mereka yang telah mencapai usia 100 tahun atau lebih, menemukan bahwa pola makan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap umur panjang.
Para peneliti yang mempelajari kelompok ini menemukan sejumlah kesamaan dalam gaya hidup mereka. Selain aktif bergerak, mampu mengelola stres, dan menjaga hubungan sosial, para centenarian juga cenderung mengonsumsi makanan bernutrisi dengan dominasi bahan pangan nabati.
Konsep Blue Zones yang diperkenalkan Dan Buettner mengidentifikasi beberapa wilayah di dunia dengan konsentrasi penduduk berusia panjang, seperti Okinawa di Jepang, Ikaria di Yunani, Sardinia di Italia, dan Loma Linda di Amerika Serikat. Menurut Bradley J. Willcox, masyarakat di kawasan tersebut memiliki kebiasaan makan yang relatif serupa.
Mengutip Real Simple (12/3), berikut lima jenis makanan yang umum dikonsumsi oleh para centenarian.
1. Polong-polongan
Kacang-kacangan menjadi salah satu makanan utama dalam pola makan masyarakat Blue Zones. Lentil, buncis, kacang polong, dan berbagai jenis legum lainnya merupakan sumber protein nabati sekaligus serat yang baik.
Kandungan tersebut membantu menjaga kadar gula darah dan kolesterol tetap stabil, serta dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.
2. Minyak Zaitun
Minyak zaitun merupakan bahan yang hampir selalu tersedia di dapur masyarakat berusia panjang, terutama di kawasan Mediterania.
Minyak ini kaya akan lemak tak jenuh yang mendukung kesehatan jantung. Selain itu, kandungan vitamin E, vitamin K, dan berbagai senyawa antioksidannya membantu melindungi sel tubuh dari peradangan serta mendukung kesehatan secara menyeluruh.
3. Teh
Berbagai jenis teh, mulai dari teh hijau, teh hitam, hingga teh herbal, menjadi bagian dari kebiasaan harian para centenarian.
Teh mengandung polifenol dan senyawa antioksidan yang telah banyak diteliti karena manfaatnya bagi kesehatan. Konsumsi rutin minuman ini dikaitkan dengan dukungan terhadap sistem kekebalan tubuh, kesehatan jantung, fungsi otak, metabolisme, hingga kesehatan saluran pencernaan.
4. Seafood
Masyarakat Blue Zones diketahui tidak banyak mengonsumsi daging merah. Sebagai gantinya, mereka lebih sering memilih ikan dan makanan laut sebagai sumber protein.
Ikan berlemak, seperti yang kaya asam lemak omega-3, dipercaya membantu menjaga kesehatan jantung, otak, dan sistem imun karena memiliki sifat antiinflamasi alami.
5. Kunyit
Selain digunakan sebagai bumbu masakan, kunyit juga menjadi bagian dari pola makan masyarakat yang berumur panjang.
Rempah ini mengandung berbagai fitonutrien, terutama kurkumin, yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa tersebut dipercaya membantu mengurangi peradangan dalam tubuh sehingga mendukung kesehatan organ, termasuk otak, sekaligus berpotensi menunjang kualitas hidup pada usia lanjut.
Meski tidak ada satu jenis makanan yang dapat menjamin umur panjang, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pola makan bergizi, didominasi makanan nabati, disertai gaya hidup aktif dan kemampuan mengelola stres merupakan kombinasi yang banyak ditemukan pada orang-orang yang berhasil mencapai usia 100 tahun.
