
Jakarta – Perayaan Idul Adha identik dengan berbagai hidangan lezat berbahan daging sapi maupun kambing. Mulai dari sate, gulai, hingga tongseng, aneka menu tersebut sering membuat seseorang makan lebih banyak dari biasanya.
Daging merah memang dapat menjadi sumber protein dan berbagai zat gizi. Namun, beberapa potongan dan cara pengolahan daging juga mengandung cukup banyak lemak jenuh. Jika dikonsumsi berlebihan secara terus-menerus, pola makan tinggi lemak jenuh dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam darah.
Setelah menikmati makanan berat, sebaiknya kembali menerapkan pola makan yang seimbang. Sejumlah minuman berbahan alami juga dapat menjadi pelengkap asupan sehat karena mengandung serat, antioksidan, maupun senyawa tanaman lainnya.
Berikut tujuh pilihan minuman yang kerap dikaitkan dengan manfaat untuk membantu menjaga kadar kolesterol.
1. Seduhan Jahe
Jahe sudah lama digunakan sebagai bahan minuman tradisional. Rempah ini mengandung gingerol dan sejumlah senyawa bioaktif lainnya.
Seduhan jahe hangat dapat dibuat dengan cara merebus atau menyeduh jahe segar. Jika ingin menambahkan rasa, gunakan sedikit perasan lemon atau madu secukupnya.
Selain memberikan sensasi hangat, jahe juga sering dikonsumsi untuk membantu menjaga kenyamanan pencernaan.
2. Minuman Markisa
Rasa asam dan segar membuat markisa cocok diolah menjadi minuman. Buah ini mengandung berbagai senyawa alami, termasuk flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan.
Markisa dapat diseduh atau dicampurkan dengan air untuk menghasilkan minuman segar. Sebaiknya batasi penambahan gula agar kandungan kalorinya tidak berlebihan.
3. Jus Buah Naga
Buah naga bisa menjadi salah satu pilihan buah untuk diolah menjadi jus. Kandungan air dan serat di dalamnya membuat buah ini cocok menjadi bagian dari pola makan yang lebih seimbang.
Selain itu, buah naga juga mengandung berbagai zat gizi, termasuk mineral dan senyawa antioksidan. Untuk mendapatkan manfaat serat lebih banyak, sebaiknya jus tidak disaring terlalu berlebihan.
4. Jus Apel
Apel dikenal sebagai buah yang mengandung serat, termasuk pektin. Serat merupakan salah satu komponen penting dalam pola makan yang mendukung pengelolaan kadar kolesterol.
Buah apel dapat dikonsumsi langsung atau diolah menjadi jus. Mengonsumsi apel utuh tetap menjadi pilihan yang baik karena kandungan seratnya lebih terjaga.
5. Seduhan Serai
Selain menjadi bumbu masakan, serai juga sering dimanfaatkan sebagai bahan minuman herbal.
Seduhan serai dapat dibuat dengan merebus batang serai yang telah dimemarkan. Aromanya yang khas membuat minuman ini terasa menyegarkan, terutama jika disajikan hangat.
Serai mengandung sejumlah senyawa tanaman dan minyak atsiri yang menjadikannya populer dalam berbagai racikan minuman tradisional.
6. Yogurt
Yogurt merupakan minuman hasil fermentasi yang mengandung bakteri baik atau probiotik.
Sebagian produk yogurt dapat menjadi pilihan untuk melengkapi pola makan sehat. Namun, perhatikan kandungan gula tambahan pada produk yogurt kemasan.
Pilih yogurt dengan kandungan gula yang lebih rendah dan kombinasikan dengan buah segar untuk mendapatkan tambahan serat.
7. Minuman Temulawak
Temulawak merupakan salah satu tanaman herbal yang telah lama dimanfaatkan dalam minuman tradisional Indonesia.
Rimpang ini mengandung kurkuminoid serta berbagai senyawa alami lainnya. Temulawak dapat direbus dan dinikmati sebagai minuman hangat.
Jika ingin menambahkan pemanis, gunakan secukupnya agar konsumsi gula tetap terkontrol.
Tetap Perhatikan Pola Makan Secara Keseluruhan
Tidak ada minuman yang dapat secara instan menghilangkan dampak dari makan daging dalam jumlah besar. Menjaga kolesterol tetap sehat lebih bergantung pada pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan.
Setelah menikmati hidangan daging saat Idul Adha, imbangi menu berikutnya dengan sayuran, buah-buahan, makanan tinggi serat, serta cukup air putih. Aktivitas fisik secara rutin juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung dan kadar kolesterol.
Bagi orang yang memiliki riwayat kolesterol tinggi atau penyakit tertentu, sebaiknya tetap mengikuti anjuran tenaga kesehatan mengenai pola makan dan pengobatan.
