
Jakarta – Sayuran kalengan memang menawarkan kepraktisan karena bisa disimpan lebih lama. Namun, untuk beberapa jenis sayuran, membeli dalam kondisi segar dapat memberikan tekstur, cita rasa, dan pengalaman makan yang lebih baik.
Proses pengalengan umumnya melibatkan pemanasan dan penyimpanan dalam cairan. Hal ini dapat membuat sebagian sayuran menjadi lebih lunak dibandingkan versi segarnya. Selain itu, produk kalengan tertentu juga memiliki kandungan natrium yang cukup tinggi akibat penambahan garam.
Karena itu, ahli gizi menyarankan agar beberapa sayuran tertentu lebih diprioritaskan dalam bentuk segar apabila tersedia. Dikutip dari Eating Well, berikut lima di antaranya.
1. Paprika
Paprika paling nikmat ketika masih segar karena memiliki tekstur renyah dan rasa yang khas. Sayuran ini dapat dimakan sebagai camilan, ditambahkan ke salad, maupun digunakan sebagai isian sandwich.
Ahli gizi Remedios menjelaskan bahwa paparan panas dapat membuat tekstur paprika menjadi lebih lunak. Proses pengalengan dapat semakin mengurangi kerenyahan sekaligus kesan segarnya.
Selain teksturnya, paprika segar juga dikenal sebagai sumber vitamin C yang baik. Memilih versi segar dapat membantu mempertahankan karakter rasa sekaligus kandungan nutrisinya.
2. Jamur
Untuk mendapatkan rasa gurih dan aroma yang lebih kuat, jamur sebaiknya dipilih dalam keadaan segar. Teksturnya yang lebih padat juga membuatnya cocok untuk ditumis, dipanggang, atau dimasak dengan berbagai bumbu.
“Jamur menjadi salah satu sayuran yang paling layak dibeli dalam kondisi segar,” ujar ahli gizi Remedios.
Menurutnya, jamur segar dapat menyerap bumbu dengan baik dan menghasilkan permukaan kecokelatan atau karamel ketika dimasak dengan metode seperti menumis dan memanggang.
Sementara itu, jamur kalengan biasanya sudah melalui proses pemasakan dan disimpan dalam cairan. Akibatnya, teksturnya cenderung lebih lembek.
3. Brokoli
Brokoli segar menawarkan tekstur yang lebih menarik ketika diolah. Kuntumnya dapat menjadi renyah saat dipanggang, sedangkan bagian batangnya tetap empuk dengan sedikit sensasi garing.
“Brokoli segar menawarkan tekstur yang jauh lebih baik daripada brokoli kalengan,” kata ahli gizi Theresa Link.
Theresa juga menilai brokoli segar lebih mudah digunakan untuk berbagai jenis masakan. Sayuran ini sendiri mengandung serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Dengan memilih brokoli segar, kualitas tekstur dan rasa alaminya dapat lebih terjaga saat disantap.
4. Jagung manis
Jagung manis juga menjadi salah satu sayuran yang lebih menarik jika dibeli dalam keadaan segar. Rasa manis alaminya masih terasa dan teksturnya cenderung lebih renyah.
Jagung segar dapat direbus atau dibakar. Selain itu, bijinya bisa ditambahkan ke dalam sup dan salad.
Proses pengalengan dapat membuat tekstur jagung menjadi kurang renyah dan rasa segarnya berkurang. Jagung segar juga menyediakan serat, vitamin B, serta antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin yang berkaitan dengan kesehatan mata.
Jika memiliki pilihan, jagung segar dapat menjadi alternatif yang lebih baik, terutama bagi mereka yang menginginkan tekstur dan rasa yang lebih alami.
5. Bayam
Bayam termasuk sayuran yang sangat mudah dimasukkan ke dalam berbagai menu. Daunnya dapat digunakan sebagai bahan salad, isian roti, omelet, sup, maupun tumisan.
“Bayam adalah salah satu sayuran paling serbaguna,” ujar ahli gizi Theresa Link.
Menurut Theresa, bayam segar memberikan lebih banyak fleksibilitas dalam pengolahan, sedangkan versi kaleng biasanya memiliki tekstur yang lebih lembek.
Dari sisi nutrisi, keduanya sama-sama dapat menyediakan serat, vitamin, dan mineral. Namun, bayam kalengan cenderung mengandung lebih banyak natrium.
Jika tetap ingin membeli bayam kalengan, Theresa menyarankan memilih produk yang rendah natrium atau tidak mengandung tambahan garam.
Segar atau kalengan, sesuaikan dengan kebutuhan
Sayuran kalengan bukan berarti tidak boleh dikonsumsi. Produk tersebut tetap dapat menjadi pilihan praktis ketika sayuran segar sulit ditemukan atau membutuhkan bahan yang dapat disimpan lebih lama.
Namun, untuk bayam, brokoli, paprika, jamur, dan jagung manis, versi segar memiliki keunggulan terutama dari segi tekstur dan cita rasa. Beberapa juga dapat membantu menghindari asupan natrium tambahan yang biasanya terdapat pada produk kalengan.
Jadi, jika sayuran segar tersedia dan mudah didapatkan, memilih versi tersebut bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan tekstur serta rasa yang lebih optimal.
