
Jakarta – Kopi dan teh menjadi minuman favorit banyak orang untuk menemani aktivitas sehari-hari. Kandungan kafein di dalamnya dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan membuat tubuh terasa lebih berenergi. Namun, waktu konsumsinya juga perlu diperhatikan.
Kopi maupun teh sebenarnya dapat dinikmati kapan saja. Meski begitu, ada momen tertentu ketika mengonsumsi minuman berkafein tersebut kurang disarankan karena berpotensi mengganggu pencernaan, penyerapan nutrisi, maupun kualitas tidur.
Ahli gizi Dr Dixa Bhavsar Savaliya melalui unggahan di Instagram yang dikutip Food NDTV membagikan beberapa waktu yang sebaiknya dihindari untuk minum kopi dan teh.
Berikut penjelasannya:
1. Ketika perut masih kosong
Menyeruput kopi atau teh segera setelah bangun tidur dan sebelum makan sebaiknya tidak menjadi kebiasaan.
Keduanya mengandung kafein yang dapat memberikan efek stimulasi pada tubuh. Menurut Dr Savaliya, konsumsi kafein ketika belum ada makanan di dalam perut dapat memengaruhi respons kortisol, yaitu hormon yang berkaitan dengan respons tubuh terhadap stres.
Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat membuat tubuh terasa kurang nyaman, termasuk munculnya rasa gelisah atau cemas.
Jika terbiasa minum kopi atau teh pada pagi hari, lebih baik konsumsi setelah menyantap makanan.
2. Bersamaan dengan waktu makan
Kopi dan teh juga kurang ideal jika diminum bersamaan dengan makanan. Kebiasaan tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu proses pencernaan maupun penyerapan sejumlah nutrisi.
Teh secara khusus mengandung senyawa yang dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan. Hal ini menjadi lebih penting diperhatikan bagi orang yang berusaha memenuhi kebutuhan zat besi dari makanan sehari-hari.
Untuk memberi waktu bagi tubuh mencerna makanan dan menyerap nutrisinya, Dr Savaliya menyarankan memberi jeda sekitar satu jam sebelum atau sesudah makan sebelum mengonsumsi kopi maupun teh.
3. Sore menjelang malam
Kebiasaan menikmati kopi atau teh pada sore hari, terutama setelah pukul 16.00, juga perlu diperhatikan.
Kafein merupakan stimulan yang dapat bertahan dalam tubuh selama beberapa jam. Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, efeknya berpotensi membuat seseorang lebih sulit terlelap atau mengurangi kualitas tidur.
Dr Savaliya menyarankan untuk memberikan jarak cukup panjang antara konsumsi kafein dan waktu tidur. Ia merekomendasikan menghindari kopi maupun teh sekitar 10 jam sebelum tidur.
Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, efeknya bahkan bisa terasa lebih lama sehingga waktu konsumsi perlu disesuaikan dengan jam tidur masing-masing.
Jangan berlebihan konsumsi kafein
Selain memperhatikan waktu, jumlah kopi dan teh yang diminum dalam sehari juga perlu dikontrol.
Menurut Indian Council of Medical Research (ICMR), kopi dan teh sama-sama mengandung kafein yang bekerja merangsang sistem saraf pusat. Asupan kafein yang terlalu banyak juga dapat menimbulkan efek yang kurang nyaman pada sebagian orang.
Secara umum, konsumsi kafein dari kopi dan teh disarankan tidak berlebihan dan dapat disesuaikan dengan toleransi tubuh.
Sebagai gambaran, 150 ml kopi seduh mengandung sekitar 80-120 mg kafein, sedangkan kopi instan sekitar 50-65 mg. Sementara itu, secangkir teh dapat mengandung sekitar 30-65 mg kafein.
Jadi, bukan berarti kopi dan teh harus dihindari. Kunci utamanya adalah memperhatikan jumlah, waktu minum, serta respons tubuh setelah mengonsumsinya.
