
Jakarta – Menjaga kesehatan otak dapat dilakukan melalui berbagai kebiasaan, salah satunya dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Asupan yang kaya vitamin, mineral, lemak sehat, dan antioksidan dapat membantu menunjang fungsi otak.
Sebagai pusat kendali tubuh, otak memiliki peran dalam berbagai aktivitas, termasuk proses berpikir, mengingat, belajar, berkonsentrasi, hingga mengambil keputusan. Karena itu, kebutuhan nutrisi untuk mendukung kerja otak perlu dipenuhi melalui pola makan yang seimbang.
Sejumlah makanan mengandung zat gizi yang dikaitkan dengan pemeliharaan fungsi kognitif. Berikut beberapa pilihan yang dapat dimasukkan ke dalam menu harian.
1. Blueberry
Buah berwarna biru keunguan ini dikenal sebagai salah satu sumber flavonoid. Senyawa tersebut memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu melindungi sel tubuh, termasuk sel otak, dari stres oksidatif.
Kandungan flavonoid pada blueberry juga dikaitkan dengan fungsi kognitif. Beberapa penelitian menunjukkan senyawa tersebut berpotensi mendukung kemampuan belajar dan mengingat.
2. Kacang-kacangan
Berbagai jenis kacang dapat menjadi pilihan makanan untuk mendukung kesehatan otak. Di dalamnya terdapat vitamin E, lemak sehat, serta senyawa antioksidan.
Nutrisi tersebut berperan dalam membantu menjaga fungsi sel dan melindungi tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif. Konsumsi kacang-kacangan juga dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan kesehatan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
3. Brokoli
Sayuran hijau seperti brokoli memiliki kandungan vitamin K, antioksidan, dan sejumlah senyawa yang bersifat antiradang.
Kombinasi nutrisi tersebut diyakini dapat membantu mempertahankan kondisi sel-sel otak dan memberikan perlindungan dari kerusakan. Brokoli pun dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan otak secara keseluruhan.
4. Ikan Berlemak
Salmon, sarden, dan makarel termasuk kelompok ikan yang kaya akan asam lemak omega-3. Nutrisi ini memiliki peranan penting dalam struktur dan fungsi sistem saraf.
Omega-3 membantu mendukung pembentukan dan pemeliharaan sel saraf. Asupan tersebut juga dikaitkan dengan kemampuan otak dalam menjalankan fungsi seperti mengingat dan belajar.
5. Anggur
Selain dikenal sebagai buah yang menyegarkan, anggur juga mengandung berbagai senyawa antioksidan. Beberapa di antaranya adalah resveratrol, flavonoid, dan polifenol.
Senyawa-senyawa tersebut membantu melindungi sel dari stres oksidatif dan turut dikaitkan dengan kesehatan otak.
“Anggur dikenal dengan buah yang kaya akan senyawa polifenol dan resveratrol yang berperan aktif dalam membantu metabolisme tubuh,” dikutip dari detikHealth.
Sejumlah penelitian juga menemukan adanya kaitan antara konsumsi anggur dengan aliran darah ke otak, daya ingat, dan fungsi kognitif. Kandungan flavonoidnya turut dikaitkan dengan perlindungan terhadap penurunan fungsi otak yang berhubungan dengan proses penuaan.
Anggur Bisa Jadi Pilihan Camilan
Manfaat dari buah anggur tidak selalu harus diperoleh dengan mengonsumsi buah segar. Produk camilan berbahan dasar buah juga dapat menjadi pilihan praktis untuk menemani aktivitas sehari-hari.
Salah satunya adalah HiFruit yang tersedia dalam varian anggur hijau dan anggur ungu.
HiFruit merupakan fruit snack yang dibuat menggunakan lebih dari 50% real fruit juice. Dengan kemasan yang ringkas, camilan ini dapat dikonsumsi ketika bekerja, belajar, bepergian, maupun berolahraga.
Pada akhirnya, tidak ada satu jenis makanan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi otak. Mengombinasikan berbagai sumber makanan bergizi, seperti ikan berlemak, sayuran, buah, dan kacang-kacangan, dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih seimbang untuk mendukung kesehatan otak.
