
Jakarta – Migrain menjadi salah satu gangguan sakit kepala yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri berdenyut pada salah satu sisi kepala dan bisa berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari.
Selain faktor hormon, stres, dan kondisi tubuh tertentu, pola makan juga diketahui dapat memengaruhi munculnya migrain. Beberapa jenis makanan dapat menjadi pemicu, sementara makanan lain justru berpotensi membantu mengurangi risiko kambuh.
Menurut ahli nutrisi Natalie Rizzo, pola makan yang kurang baik menjadi salah satu faktor yang dapat memperbesar kemungkinan munculnya migrain. Karena itu, pemilihan makanan sehari-hari perlu diperhatikan.
Dikutip dari EatingWell, berikut makanan yang dapat membantu maupun memicu migrain.
Makanan yang Berpotensi Membantu Mengurangi Migrain
1. Sayuran
Mengonsumsi sayuran secara rutin dapat mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk membantu mengurangi risiko migrain.
Sayuran dengan warna cerah seperti hijau, kuning, dan oranye mengandung berbagai vitamin, mineral, serta antioksidan yang berperan dalam menjaga fungsi tubuh. Beberapa jenis sayuran juga memiliki kandungan air tinggi, seperti mentimun dan kale, yang membantu menjaga hidrasi tubuh.
Kondisi tubuh yang cukup cairan penting karena dehidrasi dapat menjadi salah satu pemicu munculnya sakit kepala.
2. Air Putih
Kurangnya asupan cairan atau dehidrasi sering dikaitkan dengan munculnya sakit kepala, termasuk migrain. Karena itu, mencukupi kebutuhan air putih dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu mencegah keluhan tersebut.
Natalie Rizzo menjelaskan bahwa berbagai jenis air dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Jika bosan dengan air putih biasa, minuman tersebut dapat diberi tambahan irisan buah segar atau rempah alami tanpa tambahan gula berlebih.
3. Buah Segar
Buah menjadi pilihan makanan lain yang dapat mendukung kesehatan penderita migrain. Kandungan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan di dalam buah membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Namun, sebaiknya pilih buah segar tanpa tambahan gula. Buah kering perlu diperhatikan karena beberapa produk dapat mengandung sulfit, yaitu bahan tambahan yang pada sebagian orang sensitif dapat memicu migrain.
Makanan yang Berpotensi Memicu Migrain
1. Makanan Fermentasi
Beberapa makanan fermentasi dapat menjadi pemicu migrain pada orang tertentu. Proses fermentasi dapat menghasilkan senyawa seperti histamin dan tiramin akibat aktivitas bakteri dalam memecah asam amino.
Senyawa tersebut dapat memengaruhi sistem saraf dan aliran darah sehingga berpotensi memicu munculnya sakit kepala.
2. Daging Olahan
Daging olahan seperti sosis atau produk sejenisnya sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan, terutama bagi orang yang rentan mengalami migrain.
Kandungan bahan tambahan seperti nitrat dan nitrit dalam beberapa produk daging olahan dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah yang pada sebagian orang berhubungan dengan munculnya sakit kepala.
Sebagai alternatif, pilih sumber protein segar seperti ayam atau daging tanpa proses pengolahan tambahan, lalu kombinasikan dengan sayuran.
3. Cokelat
Meski menjadi makanan favorit banyak orang, cokelat dapat menjadi pemicu migrain bagi sebagian individu yang sensitif.
Cokelat mengandung beberapa senyawa seperti kafein, feniletilamin, dan tiramin yang dapat memengaruhi perubahan hormon maupun aliran darah. Selain itu, kandungan gula tinggi pada beberapa produk cokelat juga berpotensi memperburuk kondisi.
Sebagai pilihan camilan, ahli menyarankan mengganti cokelat dengan buah segar atau makanan bernutrisi lain yang lebih seimbang.
Setiap orang dapat memiliki pemicu migrain yang berbeda. Karena itu, memperhatikan pola makan dan mencatat makanan yang dikonsumsi dapat membantu menemukan faktor yang memicu maupun membantu mengurangi keluhan.
