
Jakarta – Di Indonesia, sukun lebih sering dikenal sebagai bahan gorengan atau keripik. Padahal, di sejumlah negara, buah tropis ini justru mendapat julukan superfood berkat kandungan gizinya yang melimpah dan potensinya sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi maupun roti.
Mengutip Food & Wine, sukun (breadfruit) merupakan buah tropis berukuran besar dengan kulit yang sekilas menyerupai nangka. Saat dimasak, teksturnya menjadi lembut dan padat, mirip kentang atau roti, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai makanan pokok di berbagai wilayah tropis.
Umumnya, sukun dipanen ketika masih muda atau setengah matang. Setelah itu buah dapat diolah dengan berbagai cara, mulai dari direbus, dipanggang, digoreng, hingga dijadikan tepung untuk bahan aneka hidangan.
Salah satu alasan sukun mendapat predikat superfood adalah kandungan karbohidrat kompleks dan seratnya yang cukup tinggi. Kombinasi nutrisi tersebut membantu tubuh memperoleh energi secara bertahap karena proses pencernaannya berlangsung lebih lambat dibanding karbohidrat sederhana.
Serat di dalam sukun juga berperan menjaga kesehatan saluran pencernaan. Nutrisi ini membantu memperlambat penyerapan gula, memperlancar pergerakan usus, sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat membantu mengendalikan nafsu makan.
Karena karakteristik tersebut, sukun dinilai layak dijadikan alternatif pengganti nasi, roti putih, atau sumber karbohidrat lainnya dalam menu sehari-hari.
Selain kaya karbohidrat, sukun juga mengandung berbagai antioksidan, termasuk vitamin C dan senyawa fitonutrien yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan tersebut turut mendukung sistem kekebalan tubuh dan membantu mengurangi stres oksidatif.
Menariknya lagi, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sukun mengandung protein dengan komposisi asam amino yang lengkap. Buah ini menyediakan sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi penting, mulai dari pembentukan jaringan hingga metabolisme.
Dari sisi kuliner, sukun termasuk bahan pangan yang sangat fleksibel. Buah ini dapat diolah sebagai pengganti kentang, dibuat menjadi tepung, atau dimasukkan ke dalam sup, tumisan, hingga berbagai hidangan panggang.
Tak hanya populer di Indonesia, sukun juga menjadi makanan pokok di berbagai kawasan seperti Kepulauan Pasifik, Afrika, Karibia, dan Amerika Tengah. Di Amerika Serikat, terutama di Hawaii, buah ini dikenal dengan nama ‘ulu dan telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner setempat.
